Tampilkan postingan dengan label PC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012


GameFight: Kingdoms of Amalur VS Skyrim


Bukan rahasia lagi bahwa banyak game yang lahir di industri game karena terinspirasi satu sama lain. Melirik fitur terbaik dari franchise-franchise besar dan kemudian mengadaptasikkannya ke dalam sebuah seri baru memang bukanlah sesuatu yang dilarang di industri game. Mengapa? Karena pada dasarnya, pasar lah yang akan memutuskan apakah langkah ini cukup kuat untuk menarik perhatian mereka atau tidak. Dari semua game yang hadir belakangan ini, harus diakui bahwa ada kemiripan yang tidak terbantahkan antara dua game RPG Barat yang satu ini: Skyrim dan Kingdoms of Amalur.
Keduanya memang datang dari dua buah perusahaan yang berbeda. Skyrim yang merupakan seri kelima dari franchise Elders Scroll milik Bethesda telah berhasil mendapatkan pengakuan dunia sebagai game RPG terbaik di tahun 2011 silam. Sementara di sisi lain, pesaingnya – Kingdoms of Amalur: Reckoning dari Big Huge Games dan Electronic Arts merupakan salah satu game RPG yang cukup diantisipasi di tahun 2012 ini. Jauh sebelum dirilis, kedua game ini sudah diperbandingkan satu sama lain berkat kesamaan elemen yang mereka usung. Salah satu yang terkuat adalah kesamaan sumber ide yang datang dari sosok Ken Rolston yang dikenal di seri Elders Scroll dulu.
Atas elemen yang serupa inilah, tidak berlebihan rasanya untuk membawa kedua game ini ke dalam sebuah pertempuran mano-a-mano untuk memperbandingkan siapa yang lebih baik. Karena keduanya merupakan game RPG yang lahir dari dunia barat dengan karakteristik dan identitasnya yang spesifik, maka indikator pertarungan kali ini tentu berbeda dibandingkan dengan artikel lain. Semua indikator yang dijadikan sebagai tema, secara subjektif, dipandang sebagai elemen-elemen yang memang menjadi penentu kualitas sebuah game RPG. Siapakah yang lebih baik? Mari kita simak!

GTA V vs GTA SA


Perbandingan Grafis: GTA San Andreas VS GTA V


Gamer mana yang tidak mengenal nama Grand Theft Auto sebelumnya? Game open-world luar biasa yang lahir dari tangan dingin Rockstar ini memang menjadi salah satu franchise terbaik yang pernah lahir di industri game. Pesona yang ia tampilkan lewat kualitas visualisasi, musik, kebebasan pada gameplay, hingga details tata kota yang ada membuat nama GTA tidak tertandingi. Setelah sukses di seri keempatnya, Rockstar kini mempersiapkan Grand Theft Auto V yang sangat diantisipasi. Namun berbeda dengan seri GTA sebelumnya, Rockstar memutuskan untuk menghidupkan kembali salah satu setting lawas mereka untuk seri terbaru ini.
Walaupun belum ada keterangan resmi yang dirilis oleh Rockstar, namun dari trailer perdana yang dirilis, dapat dipastikan bahwa GTA V akan mengambil setting di kota San Andreas yang fenomenal. Seperti yang kita tahu, Rockstar sendiri sudah pernah menjadikan kota ini sebagai fokus utama di GTA: San Andreas yang sempat dirilis di Playstation 2 dulu. Rockstar tentu saja menghadirkan perombakan besar-besaran untuk menghidupkan kembali kota ini dalam kualitas visualisasi dan details yang sesuai dengan teknologi gaming saat ini. Anda bisa membandingkan perubahannya lewat gambar-gambar di bawah ini:

Review Mass Effect 3: Pertempuran Terakhir Menyelamatkan Semesta!


Jika kita membicarakan salah satu seri RPG-action terbaik di industri game, maka nama Mass Effect yang lahir dari tangan dingin Bioware memang pantas menjadi salah satunya. Ia mengenalkan konsep role-playing yang sebenarnya lewat sistem konversasi terbuka dan jalan cerita yang terbentuk dari konsekuensi atas aksi. Namun tidak hanya itu saja, plot yang ia tawarkan juga terhitung kompleks dan memang menarik untuk diikuti. Tidak mengherankan jika banyak gamer yang jatuh cinta dengan franchise epik yang satu ini. Direncanakan sebagai sebuah trilogi sejak awal, Mass Effect akhirnya tiba pada seri ketiganya yang baru saja dirilis.
Mass Effect 3 tentu saja menjadi salah satu seri game yang paling diantisipasi di tahun 2012 ini, mengingat bagaimana seri ini akan tampil sebagai konklusi dari semua konflik dan misteri yang sudah terbangun di dua seri sebelumnya. Sebagai seri terakhir dari sebuah perjalanan yang panjang, Bioware sendiri mengklaim bahwa mereka akan menghadirkan banyak hal baru di Mass Effect 3, sesuatu yang masif dan penuh kejutan. Ini juga akan menjadi seri pertama yang menghadirkan mode multiplayer secara online dengan pengaruh yang cukup signifikan pada mode single player yang ada. Sebuah fitur yang tentu akan membuat banyak gamer bajakan kelabakan.
Lantas bagaimana dengan keseluruhan Mass Effect 3 secara keseluruhan? Mampukah ia menghadirkan pertempuran terakhir yang kita antisipasi? Pada akhirnya kita harus berhadapan dengan sebuah konflik emosi. Di satu sisi kita akan menghadapi kegembiraan dari merasakan sebuah seri terakhir dari sebuah franchise dengan kualitas yang tidak pernah mengecewakan, sementara di sisi yang lain harus berpisah dengan sebuah seri yang mungkin tidak akan dapat kita lihat lagi di masa depan. Terlepas dari itu semua, ini akan menjadi saat yang tepat untuk mengangkat senjata, memimpin Normandy, dan menghancurkan para Reapers!
Mass Effect 3 yang kami mainkan ini adalah versi XBOX 360. Walaupun terdapat perbedaan yang cukup dapat dirasakan pada level framerate dan details yang dihadirkan dengan versi PC (namun tidak jauh berbeda dengan Playstation 3), review ini tetap kami tempatkan di sesi PC untuk menjamin manajemen konten yang lebih mudah dan nyaman, bagi kami maupun bagi Anda, players.